OPINI TENTANG PROSPEK
Umum saja, dimana ada kebutuhan (konsimen/pasar) maka di sana akan terbuka peluang bagi pasokan. Menyangkut soal kenari, Kuota pasokan pun sangat bergantung pada naik-turunnya frekuensi minat yang biasanya sangat ditentukan oleh keseimbangan antara kontribusi dari produsen pakan, para breeders, pasar, kontinuitas peristiwa kompetisi-kompetisi dan tumbuh-kembang jumlah penggemar burung kenari itu sendiri (personal maupun komunal).
Beritanya, di Solo, setelah harga kenari surut tajam (Mei-Juli 2014 lalu), kini banyak breeders bertumbangan. Beberapa di antaranya masih bertahan namun melakukan pengurangan stok dalam jumlah besar. Ada pula (biasanya para breeders skala kecil) yang masih "ngeyel" tak bergeming pada situasi pasar. Pendeknya, pasar kenari sedang lesu. Stok tak sebanding dengan antusias konsumen. Lantas, sebuah pertanyaan yang seringkali akan muncul adalah "apakah prospek kenari bisa bagus lagi?" atau "apa kenari bisa trend lagi?".
Seorang pemula atau amatiran seperti saya sungguh tidak akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tadi. Mungkin hanya karena sedikit agak gila atau karena kebetulan saja suatu kali kepala saya tertimpa komet, entah kenapa otak saya mengatakan sebuah ke-optimis-an. Artinya, iya, saya merasa yakin bahwa kenari masih berpotensi besar menjadi trend dan prospek yang menggembirakan. Ada dua macam alan kenapa saya berani berpendapat demikian, yakni :
- Pada dasarnya kenari bukanlah endemik Indonesia, upaya penangkarannya tentu tidak bisa dikatakan mudah, apalagi dalam skala besar. Penangkaran sangat tergantung dari situasi iklim, kondisi burung, penempatan dan lokasi seta tentu saja cara pemeliharaan. Artinya, produksi kenari tidak akan pernah bisa dipastikan besaran jumlahnya.
- Dengan berkurangnya jumlah breeders, sudah tentu stok menipis dan pada saat tertentu ketika pasar sedang membutuhkan pasokan banyak, kuota tidak akan tercukupi.
- Dalam pandangan breeders, banyak yang mengakui bahwa sampai saat ini (oktober 2014) nilai ekonomis masih cukup baik dengan memperbandingkan antara harga jual, pakan, maupun tenaga dan biaya perawatan.
- Selama penyelenggaraan kompetisi (lomba-lomba) masih ada dan sering dilakukan, potensi trend dan kebutuhan pasar pun akan tetap ada terjamin.
- Kenari bukan satwa langka. Artinya, selama pemeliharaan kenari tidak dilarang, dibatasi atau harus diawasi secara hukum oleh pemerintah negeri ini, maka praktik penangkaran dan jual-beli kenari akan tetap berpeluang.
Bagi saya pribadi, siklus trend burung tertentu hampir selalu terjadi dipicu oleh besaran stok, harga, serta melalui geliat-fenomena kompetisi. Atas dasar pandangan itu pula-lah saya menyampaikan optimisme ini.
Peluang bagi prospek akan tetap ada selama produsen bisa membatasi diri dan tidak serakah memenuhi pasokan. Hehehe. Jadi ya kecil-kecilan aja lah kalau mau prospek jual dan harga tetep mantap.
No comments:
Post a Comment